Basic Configuration

BASIC CONFIGURATION

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat datang di website Mikrotik Academy SMK Cijangkar. Kali ini kami akan sedikit memberikan penjelasan mengenai bagaimana melakukan konfigurasi dasar dalam mikrotik, yaitu menghubungkan sebuah jaringan lokal dengan internet melalui router. Studi kasus yang kami ambil adalah seperti pada gambar, dengan penyelesaian sebagai berikut :

  1. Persiapan : membuat desain kerja sesuai topologi
  2. Akses Winbox : dari komputer client (jangan lupa Remove Configuration, jika menggunakan routerboard)
  3. Set Identity (memberi nama/identitas perangkat router, agar tidak tertukar ūüôā )
    Perintah                 : system identity set name = mikrotik-paden (misalkan)
  1. Setting IP Address (untuk memberikan alamat ip pada masing-masing ether/adapter network)
    Ether 1 : DHCP Client (untuk menerima alokasi alamat ip dari server/modem)
    Perintah           : ip dhcp-client add interface = ether1 (enter/apply/ok)
    Ether 2              : 192.168.1.1 / 24 (misalkan)
    Perintah           : ip address add address=192.168.1.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether2 (enter/apply/ok)
  1. Setting DHCP Server (untuk memberikan alokasi alamat ip otomatis ke client komputer)
    DHCP : Dynamic Host Control Protocol (protocol : TCP, port : 67 & 68)
    РInterface                              : ether2
    – Address space (network) : 192.168.1.0/24
    РDHCP Gateway                  : 192.168.1.1
    РIP Pool                                 : 192.168.1.2-192.168.1.100
    – DNS Server : 192.168.xxx.y (contoh : 8.8.8.8 tapi biasanya jika akses internet diperoleh secara DHCP-Client, selalu otomatis dari modem)
    – Perintah : ip dhcp-server setup (enter/klik)
  1. Setting NAT (untuk memberi akses internet dari ether1 ke lokal)
    NAT : Network Address Translation : mengubah IP local ke IP Public
    – Chain : srcnat
    – Out-interface : ether1 (kabel yang terhubung internet)
    – Action : masquerade
    – Perintah : ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade (enter/apply/ok)
  1. Setting DNS (untuk mengijinkan akses internet melalui DNS) :
    DNS : Domain Name System : memetakan alamat IP ke Domain (8.8.8.8 = google.com)
    – Server : 192.168.xxx.y (otomatis, Karena kita gunakan fitur dhcp-client)
    – Allow-remote-request : yes (untuk mengijinkan akses internet melalui dns)
    РPerintah             : ip dns set allow-remote-request=yes
  1. Setting NTP Client (untuk menerima time/waktu otomatis dari internet ke mikrotik)
    NTP : Network Time Protocol (Protocol : UDP, Port : 123)
    – Enable : yes (ceklis)
    – Primary NTP : isikan IP (misal : 202.160.6 ) yang diperoleh dari “ping id.pool.ntp.org” / asia.pool.ntp.org)
    – Secondary NTP : isikan IP (misal : 202.169.224.16)
    – Perintah : system ntp client set enable=yes primary-ntp=202.160.128.6 (enter/apply/ok)
  1. Setting Clock
    – Time Zone : Asia/Jakarta
    – Perintah : system clock set time-zone-name=asia/jakarta (enter/apply)
  1. Setting IP Komputer (set ip : obtain an ip address automatically)
    Cek masing-masing koneksi melalui terminal / command line
    – Mikrotik ke modem : ping 192.168.xxx.y (misal : 192.168.100.1)
    – Mikrotik ke internet : ping 8.8.8.8 / ping google.com
    – Mikrotik ke lokal (ether 2) : ping 192.168.1.x (ip komputer client, misal : 192.168.1.2)
    – Client ke gateway ether 2 : ping 192.168.1.1
    – Client ke internet : ping 8.8.8.8 / ping google.com

Mohon maaf jika ada kekeliruan dalam pembahasan ini, kritik dan saran kami terima. ūüôā

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *